Manusia adalah Masa Depan

Sesungguhnya tidak ada profesi, pekerjaan, bisnis, perusahaan atau negara yang memiliki MASA DEPAN. Yang memiliki masa depan hanyalah MANUSIA. Maka, sebesar apapun organisasi atau bisnis Anda hari ini, namun di dalamnya dibiarkan orang-orang yang malas, bodoh dan egois hidup di dalamnya, itu berarti Anda sedang menggali kuburan Anda sendiri. Namun, bisa jadi organisasi atau bisnis Anda masih kecil dan dipandang sebelah mata oleh yang lain, tetapi Anda menyiapkan orang-orang yang tangguh, disiplin dan setia, maka cepat atau lambat Anda akan berada di puncak kejayaan. Insya Allah.

Selasa, 03 Maret 2015

Rahasia Sidik Jari dalam Al Qur'an




Sidik jari dalam bahasa Arab disebut dengan al banan. Dalam Al Qur’an, kata al banan hanya disebut 2 kali, yaitu di surat al Anfaal (8) : 12 dan surat al Qiyamah (75) : 4.  Ibnu Manzhur dalam kitab Lisanul Arab mengatakan bahwa yang dimaksud dengan al banan adalah jari jemari/ujung jari/sidik jari pada tangan dan kaki manusia.
Kata al banan dalam surat al Anfaal : 12 membahas tentang sebuah taktik peperangan yang diperintahkan Allah kepada Muhammad. Dalam ayat ini Allah mengisyaratkan adanya kekuatan dan hubungan antara kepala dan ujung jari manusia. Coba kita perhatikan terjemahan surat tersebut.

“Ingatlah ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat : “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman”. Kelak akan Aku jatuhkan ketakutan dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka”
(QS. Al Anfaal (8) : 12)

Pernahkah kita berfikir mengapa Allah memerintahkan untuk memenggal kepala dan ujung tiap-tiap jari mereka? Seolah ada isyarat bahwa di dalam kepala ada sebuah kekuatan yang sangat besar. Bahkan di ujung jari jemari pun, seolah ada juga kekuatan yang sangat besar. Adakah hubungan di antara keduanya? Mengapa bukan kepala dan perut? Atau kepala dan lutut? Atau kepala dan jantung? Ada rahasia besar apa dengan 2 bagian tubuh manusia itu? Adakah kaitan antara kepala dan ujung jari kita?

Sementara jika kita perhatikan makna al banan dalam surat al Qiyamah : 4, kita melihat bahwa Allah menjadikan kesempurnaan sidik jari sebagai salah satu tanda-tanda kekuasaanNya. Bahkan Allah menunjukkan jika kelak di hari kiamat Allah kuasa menyusun kembali tulang belulang manusia, bahkan kuasa menyusun kembali bagian yang lebih rumit yaitu susunan dan pola sidik jari manusia.

Mari kita perhatikan surat al Qiyamah ayat 1-5 :
  لا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ (١) وَلا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ (٢) أَيَحْسَبُ الإنْسَانُ أَلَّنْ نَجْمَعَ عِظَامَهُ (٣) بَلَى قَادِرِينَ عَلَى أَنْ نُسَوِّيَ بَنَانَهُ   (٤) بَلْ يُرِيدُ الإنْسَانُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُ (٥)
Artinya :

“Aku bersumpah dengan hari kiamat. Dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri), Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna, Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus.”

Jika memang demikian pentingnya fungsi dan peran al banan dalam kehidupan manusia dan Allah sudah menyebutnya dalam Al Qur’an, apakah pada masa Rasulullah sudah ada orang atau ahli yang menguasai ilmu tentang sidik jari ini? Dan pernahkah Rasul menggunakan keahlian ini untuk menyelesaikan sebuah perkara?

Perlu kita ketahui, bahwa sejak masa jahiliyyah, bahkan sampai sekarang masih berkembang beberapa metode peramalan dan pengundian nasib yang sangat popular. Beberapa diantaranya adalah :
1.      Al Kuhanah : meramal nasib atau perkara gaib yang telah terjadi di masa lampau
2.      Al Arrafah : meramal nasib atau perkara gaib yang akan terjadi di masa yang akan datang,
Metode yang sering mereka gunakan adalah :
1.      Al Tanjim : dikenal sebagai ilmu nujum yaitu mengamati posisi dan peredaran bintang-bintang tertentu.
2.      Al Khatthah : dengan cara menggunakan garis dan gambar tertentu di atas tanah atau di atas kertas.
3.      Qiratul kaff : dikenal dengan istilah palmistry yaitu dengan menggunakan garis-garis telapak tangan.
4.      Taqsim bil Azlam : dengan menggunakan anak-anak panah sebagai alat untuk mengundi.
5.      Al Ta’tsir : menggunakan posisi bintang sebagai petunjuk peristiwa dan nasib di bumi.

Di antara praktek-praktek yang banyak dilakukan di masa jahiliyyah tersebut, ternyata ada satu lagi ilmu yang tergolong unik di masa itu yaitu al qafah atau qiyafah. Orang yang ahli menggunakan ilmu ini disebut dengan qaif. Ilmu ini waktu itu digunakan untuk mengetahui nasab seseorang melalui analisa sidik jari kaki mereka. Pada masa Nabi, nasab (garis keturunan) dipandang sangat penting dalam menilai potensi dan kemampuan seseorang. Seorang ayah yang ahli perang, biasanya akan mendidik anaknya dengan kemampuan perang yang hebat juga, sehingga faktor nasab sering dijadikan jaminan atas kualitas seseorang. Selain faktor kemampuan, Nabi juga memperhatikan faktor keturunan ketika memilih utusan dalam tugas-tugas penting kenegaraan.

Salah seorang qaif yang terkenal di masa Nabi adalah Mujazziz al Mudliji. Nama sosok ini pernah disebut dalam sebuah riwayat dalam hadis sahih al Bukhari pada Kitab al Fara’idh, Bab al Qaif, halaman 798, hadis nomor 6771. Dikisahkan pada masa Nabi, orang-orang munafik mencela Usamah ibn Zaid yang telah dipilih dan diutus oleh Rasulullah untuk memimpin pasukan perang pada usia yang masih sangat muda. Usamah adalah putra dari Zaid ibn Haritsah, seorang sahabat yang sangat dicintai oleh Rasulullah. Zaid mendapat julukan Hubbu Rasulillaah (Orang yang sangat dicintai Rasulullah). Ia adalah panglima perang pertama dari 3 panglima perang yang ditunjuk Nabi dalam Perang Mu’tah. Zaid ibn Haritsah ditunjuk bersama Ja’far bin Abi Thalib dan Abdullah bin Rawahah. Ini adalah sebuah strategi baru Rasul yang menunjuk 3 panglima perang. Mereka diminta memimpin 3000 pasukan Islam untuk menghadapi 100,000 pasukan Heraklius. Zaid bin Haritsah gugur sebagai syuhada dalam perang tersebut. Namanya harum sebagai panglima perang yang berani.

Usamah putra Zaid diragukan kemampuannya. Bahkan banyak orang-orang munafik yang meragukan, jika Usamah adalah benar-benar putra dari Zaid ibn Haritsah. Mereka mempersoalkan kulit Usamah yang sangat berbeda dengan ayahnya. Isu ini sempat membuat gelisah Rasulullah. Bagaimana cara membuktikan bahwa Usamah adalah benar-benar putra Zaid walaupun kulit mereka berbeda warnanya? Maka, dipanggillah ahli qaif yang terkenal di masa itu, yaitu Mujazziz al Mudliji untuk memeriksa Usamah dan Zaid.

“Dari al Zuhri dari Urwah dari Aisyah telah berkata suatu hari Rasulullah masuk ke rumahku dengan wajah ceria, beliau berkata, “Wahai Aisyah, tahukah engkau bahwa Mujazziz al Mudliji masuk melihat Usamah ibn Zaid dan Zaid (ayahnya) sedang tidur berselimut menutupi kepala keduanya, sedangkan telapak kaki mereka tampak jelas. Kemudian ia (Mujazziz al Mujlidi) berkata : “Sesungguhnya telapak kaki-telapak kaki ini sebagiannya dari yang lainnya”
 (HR. Bukhari)

Hadis yang senada juga bersumber dari Imam Muslim dalam kitab Shahih, halaman 339 dan kitab al Radha’ (menyusui) Bab al Amal bi Ilhaq Qaif al Walad, dengan menambahkan informasi bahwa Mujazziz itu seorang qaif.

Dari hadis tersebut jelas, bahwa Nabi pernah menggunakan jasa seorang qaif untuk menganalisa pola dan  sidik jari kaki Usamah dan Zaid yang hasilnya membuat Rasulullah tersenyum ceria dan persoalan fitnah orang-orang munafik pun akhirnya mereda.

Imam ibn Qayyim al Jauziyyah dalam kitab Zadul Ma’ad, Bab Hukum Rasulullah tentang Qadha’uhu bil I’tibar II Qaif wa Ilhaq an Nasab biha pada jilid 5 telah menguraikan masalah bahwa al qafah atau al qiyafah berbeda dengan al kuhanah (perdukunan). Dengan dalil tersebut jelas bahwa Rasulullah mengharamkan al kuhanah dan menyetujui al qafah. Begitu juga Umar bin Khattab dan Ali bin Abu Thalib pernah meminta bantuan ahli qiyafah (seorang qaif) ketika menghadapi kasus perselisihan tentang nasab seorang anak yang lahir dari wanita yang dicampuri oleh 2 lelaki pada masa suci.

Dari ayat dan hadis tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa menganalisa sidik jari menggunakan pengetahuan dan teknologi mutakhir yang bukan dimaksudkan untuk meramal nasib, namun hanya sebatas untuk mengetahui dan mendiagnosis jenis kecerdasan dan kepribadian seseorang dipandang sebagai pengembangan fungsi dan keilmuan seorang qaif. Hukum dari kegiatan ini adalah mubah atau dibolehkan. Apalagi jika hasil diagnosis sidik jari tersebut justru memunculkan sikap-sikap positif yang disukai Allah, seperti makin bersyukur dengan potensi diri dan potensi anak kita, suami istri makin kompak dalam mendidik anak, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah, membangun rasa percaya diri dan optimism tentang masa depan, meningkatkan motivasi belajar dan menuntut ilmu, serta memudahkan proses pembelajaran al Qur’an kepada anak. Apalagi jika kegiatan ini justru memunculkan gairah dan semangat untuk melahirkan generasi terbaik yang dicintai dan mencintai Allah dan RasulNya.

Semoga dengan tulisan ini dapat memberikan dasar pijakan hukum yang jelas kepada para pegiat Tes Mesin Kecerdasan STIFIn, para orangtua yang telah mengikutkan putra-putrinya dalam Tes STIFIn, mereka yang belum mengenal STIFIn dan mereka yang masih meragukan STIFIn, semoga Allah memberikan petunjuk dan kemantapan hati. Ya, STIFIn hanyalah alat bantu. Yang paling utama adalah mengajarkan Al Qur’an dalam dada putra-putri kita. Jadilah keluarga yang Qur’an minded, jangan menjadi keluarga yang STIFIn minded he he he…..Artinya, terlalu percaya dengan STIFIn hingga lupa mendalami dan mempraktekkan Al Qur’an dalam kehidupan keluarga kita masing-masing he he he…

Tulisan ini juga mengingatkan kepada mereka yang menentang, menuduh dan bahkan menyebarkan fitnah tentang STIFIn yang disamakan dengan ilmu meramal nasib yang diharamkan Allah. Atau bagi mereka yang sering mengatakan bahwa ilmu sidik jari (al qaif) adalah ilmu palsu, penuh kebohongan dan bertentangan dengan aqidah Islam, bahkan dikatakan sebagai ilmu Yahudi, maka dengan segala kerendahan hati saya memohon untuk menghentikan segala fitnah dan tuduhan tersebut, karena dalam sejarah Nabi ternyata keahlian yang seperti ini dibolehkan dan bahkan Nabi dan sahabat pun pernah menggunakannya dalam perkara-perkara tertentu.  Wallahu ‘alam bisawab. Salam Hidup Berkah, Edy Darmoyo ###

Sumber tulisan :
1.      Al Qur’an dan Terjemahnya
2.      Hujjah Naqli Penggunaan Sidik Jari, Ustad Uus Mauluddin, MA, CHt; Mudirul ‘Am Pondok Pesantren Quran Terpadu “Mimbar Huffazh”, Bekasi.
3.      Brain Genetic Potential, Beni Badaruzaman, Mizania, Bandung, 2014.

4.      Kisah-kisah Manusia Pilihan, Abdurrahman bin Abdullah, Pustaka Thariqul Izzah, Bogor, 2005.

Jumat, 27 Februari 2015

Memahami Perkembangan Otak Anak Kita

Setelah mengikutkan anak kita dalam Tes STIFIn, maka kita sebagai orangtua seolah mendapatkan informasi tentang potensi anak kita yang ternyata sangat luar biasa. Ya, STIFIn memang telah banyak membantu orangtua dalam mengenali potensi fitrah yang sangat hebat. Basis tes STIFIn adalah mengetahui bagian otak anak yang dominan dan lapisan mana yang lebih aktif. Ya, tentang otak. Oleh karena itu, penting bagi setiap orangtua untuk mengenali dan memahami pola perkembangan otak pada diri manusia, terutama anak-anak kita agar kita bisa memanfaatkan pola asuh, pola ajar dan pola pendidikan yang pas sesuai dengan perkembangan anak. Selamat menikmati karunia Allah ini.


Tahun Pertama
Pada tahun pertama ini yang berkembang pada bayi adalah pada otak kiri bagian dalam. Pengetahuan tentang nama-nama adalah hal yang paling penting pada tahun pertama ini. Perbanyaklah berbicara dengannya karena otaknya sedang haus dengan vocabulary (perbendaharaan kata) baru. Jika pada tahun pertama ini bayi tidak sering diajak bicara justru memperlambat pertumbuhan otak kiri dalamnya. Jangan khawatir anda dianggap orang gila karena berbicara dengan bayi yang baru keluar dari perut ibunya.
Tahun Kedua
Pada tahun kedua ini pertumbuhan bayi berganti program. Pada umur dua tahun bayi mulai belajar tentang perasaan dan kasih sayang. Pada tahun ini berilah limpahan kasih sayang yang cukup karena limbik kanan bagian luar sedang tumbuh membesar. Bentakan dan kekerasan pada tahun ini akan membekas dan melukai hatinya. Perbanyaklah ia berinteraksi dengan orang lain, terutama yang sebaya dengannya. Kemampuan komunikasi non verbal pada umur dua tahun ini begitu penting untuk pembesaran otaknya. 
Tahun Ketiga
Pada tahun ketiga anak sudah mulai lincah dan berlari kesana kemari. Pada umur ini perkembangan pada limbik kiri bagian dalam. Dalam pergaulan sosialnya, ia seperti ingin memiliki semuanya. Keakuannya begitu tinggi dan kepemilikannya tidak boleh diganggu, serta milik anak-anak tetanggapun kalau perlu direbutnya. Atau paling tidak ia merengek-rengek minta dibelikan mainan seperti itu. Pola makannya mulai lahap karena percepatan pembesaran fisik paling drastis terjadi pada umur tiga tahun ini. Umur ini sebenarnya saat yang tepat untuk memulainya memisahkan dari kamar orang tuanya karena kecerdasan kemandirian mulai tumbuh pada umur ini. Oleh karena itu jangan ditakut-takuti dengan hal-hal yang membuatnya menjadi tidak mau berpisah kamar dengan orang tuanya. Bermain-main dan gerakan yang melatih motorik kasarnya seperti memanjat, keseimbangan ayunan, mengayuh sepeda dengan roda empat sangat diperlukan oleh anak umur tiga tahun. 
Tahun Keempat
Pada tahun ini perkembangan otak anak masih berada di sekitar limbik kirinya, namun sekarang berpindah ke bagian luarnya. Kecerdasan motorik halusnya mulai berkembang pada umur ini. Daya ingatnya semakin lengkap pada umur ini. Rangsangan seperti cerita pengantar tidur, mendengarkan lagu anak-anak, pengenalan huruf dan angka, keterampilan menjahit, ketrampilan melipat, bermain puzzle, dan belajar mewarnai sangat diperlukan untuk anak umur empat tahun. Mereka juga sangat suka dibawa ke lapangan dengan areal bermain yang lebih lapang. Melakukan permainan gerakan yang lebih maju sudah sangat diperlukan seperti : bersepeda roda dua, senam berirama, berlatih bela diri, bermain sepakbola,dan mulai belajar renang. Pada umur empat tahun ini anak-anak mulai mengerti tentang kesenangan, mengenal selera masakan, dan memiliki kesadaran bermanja-manja dan memerlukan perlindungan. Juga pada umur ini sifat kedermawanan mulai muncul. 
Tahun Kelima
Pada tahun kelima ini perkembangan bertumpu kepada perasaan dalamnya. Perkembangan isi kepala terjadi pada limbik kanan bagian dalam. Mereka mulai memiliki rasa tanggung jawab, belajar dewasa, meningkatkan kefahaman dalam komunikasi, dan kepandaian merangkai kata-kata dalam komunikasi. Pada umur ini anak-anak sudah berani mengungkapakan isi hatinya. Kepekaan perasaan mulai tinggi. Belaian dan perhatian adalah keperluan utama sehari-hari yang mereka harapkan. Ia ingin disanjung, dipuji, dan dilibatkan. Pergaulannya dengan sebayanya ditandai dengan keinginan untuk memimpin. Intensitas pergaulannya semakin sering. Sudah sangat mengerti artinya kehilangan, ditinggalkan, dan dikucilkan. Sudah tahu rasanya sakit hati. Sudah pandai berbicara suka dan tidak suka pada teman sebayanya. Bahkan sifat-sifat bossy sudah mulai muncul karena ingin diakui sebagai orang yang baik dan layak dipuji. 
Tahun Keenam
Pada tahun keenam ini mulai bertumbuh kembangnya kreativitas. Mereka sudah mampu menjadi detektif cilik, untuk menyambungkan informasi yang terputus. Sudah mampu mencari siapa dalang dari keusilan teman sebayanya. Mereka mulai mengungkapkan khayalan dan cita-citanya. Pikirannya sudah mulai bisa meneropong ke masa depan. Otak kanan bagian luarnya berkembang cepat dalam tahun ini. Gaya atraktifnya dalam berkomunikasi sudah mulai kelihatan, seperti memainkan bahasa tubuh. Meskipun masih terkesan sebagai anak mami, tetapi kepercayaan dirinya sudah mulai tumbuh. Perasaan minder berkurang, terutama jika kreativitasnya berkembang. Cara melukisnya pun sudah mulai muncul unsur seninya, tidak lagi sekedar mewarnai dan membentuk. Sudah ada improvisasinya. Mereka sudah berani dan yakin dalam mengemukakan pendapatnya. Perasaan ingin bebas dan memiliki privasi sudah tampak pada umur ini. 
Tahun Ketujuh
Pada tahun ketujuh ini merupakan tahun mencari identitas awal. Mereka sudah mulai bangga dengan namanya. Kesehariannya mencoba mencari kesempurnaan. Sudah mulai mahir memasarkan idenya. Kemauan pantang mundur sudah mulai ada. Keinginan untuk mendominasi teman-temannya mulai muncul bersamaan dengan perannya yang ingin seperti pahlawan. Walaupun begitu mereka sudah bisa menerima alternatif lain. Justru keyakinannya yang tinggi membuat mereka berani menerima tantangan dan persaingan. Tantangan baginya adalah makanan untuk membesarkan otak kanan bagian dalamnya. Interaksi dengan teman sebayanya ditandai dengan ikatan kemitraan. Ada solidaritas kelompok. Berani menetapkan misi tertentu bersama dengan teman-temannya. Tingkat keusilannya mulai tinggi. Keusilannya dianggap sebagai penyaluran kreativitasnya. Keleluasaan dan kebebasan ingin didapatkan dari lingkungannya untuk menyalurkan ekspresi dirinya. 
Tahun Kedelapan
Pada tahun kedelapan ini otak kiri bagian luarnya berkembang dengan pesat. Pelajaran matematika sudah boleh dijejali kepada mereka. Perhatiannya terhadap sekitarnya sudah mulai meluas. Mereka sudah menunjukkan keinginan berkuasa dan mengendalikan keadaan. Mereka sudah pandai menetapkan prioritas, sudah mahir membuat langkah-langkah sistematis, dan sudah muncul ketrampilan mengorganisasikan dirinya dan teman-temannya. Jika mereka bermain sepak bola mereka sudah pandai mengatur strategi. Bahkan jika menonton bola bersama bapaknya ditelevisi, mereka sudah bisa menganalisa permainan dalam skala yang sederhana. Pelajaran komputer sudah sangat berguna bagi mereka. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada orangtuanya dan gurunya sudah sangat kritis. Mereka sudah memiliki kemandirian untuk mengelola segala sesuatu yang berkaitan dengan keperluan dirinya. 
Tahun Kesembilan
Pada tahun kesembilan ini fase akhir dari siklus pertama perkembangan anak. Pada umur sembilan tahun ini perkembangan kecerdasan berada di otak tengah dan otak bawah. Ditandai dengan kefahamannya tentang ketuhanan, ibadah, dan pengorbanan. Mereka seolah-olah melengkapi apa yang belum cukup pada delapan tahun sebelumnya. Kejujuran seolah menjadi tuntutan dirinya untuk membuatnya lebih dewasa dan bertanggung jawab. Mereka sudah memiliki kepekaan untuk menolong orang yang susah. Membantu ibunya di dapur, atau bahkan sudah sanggup membantu ayahnya menjalankan tugas-tugas yang sederhana. Reaksi marah sudah berani mereka tunjukkan terang-terangan. Mereka seolah-olah ingin mengatakan bahwa mereka anak kecil yang sudah sempurna, segala sesuatunya sudah lengkap dan siap melakukan ketrampilan jenis apapun. 
Selanjutnya pola perkembangan dan titik tekan nilai-nilai yang dipelajari setelah usia 9 tahun akan saya ulas di artikel berikutnya. 
Selamat memahami dan mempelajari perkembangan otak anak-anak kita. Maha Suci Allah Yang telah menciptakan segala karunia dalam diri manusia. (Sumber buku “STIFIn Personality”, karya Farid Poniman, penemu STIFIn)

Sudahkah anak Anda mengikuti Tes STIFIn? Hubungi 08170566690, 085641128090.

Rabu, 11 Februari 2015

Pensionpreneur : Pensiun Bahagia, Makin Kaya Makin Takwa di Karir Kedua


"Pensiun adalah Kenyataan Hidup yang Harus Kita Hadapi dengan Senyum, 
Kesiapan Hati dan Penerimaan Diri"

Hidup adalah kenyataan yang hari ini kita jalani. Hidup adalah rangkaian kenyataan yang mau tidak mau, suka tidak suka harus kita hadapi. Bagaikan bayi yang harus siap keluar dari rahim ibunya, ia pun menangis keras. Kaget, bingung dan merasa takut. Namun, hidup ternyata memiliki cara untuk membuat siapapun bisa bertahan. Dengan satu syarat, ia harus mau menerima, mau menikmati dan mau belajar menghadapi. Ya, hidup hanya terasa berat bagi mereka yang selalu menolak, mencaci dan membenci. Namun terasa indah bagi mereka yang menerima, bersyukur dan mau menata diri.
          Pensiun adalah bagian dari kenyataan, dimana kita dipandang telah cukup mengabdi di sebuah pulau kehidupan. Pulau yang pernah memberi kita cinta, makna dan kebahagiaan. Pulau yang harus kita tinggalkan, seperti  bayi yang harus keluar dari rahim ibunya. Merasa kehilangan dan ketakutan, padahal ia justru makin dekat dengan pelukan ibunya. Ya, hidup memang punya cara sendiri untuk membuat kita makin kuat, makin pintar dan makin sadar. Menjadi tua ternyata cara hidup untuk membuat jiwa kita makin kuat, makin bersih dan makin bercahaya. Menghilangkan kebanggaan akan kemudaan dan kecantikan. Menyiapkan kesadaran hati untuk bersiap dalam pelukan kehidupan sejati. Ya, tubuh yang akan kita tinggalkan menuju keabadian dalam pelukan Tuhan.
          Pensiun adalah karir kedua. Sebuah kesempatan mewarnai hidup dengan kesadaran baru yang lebih mulia. Berkarya bukan semata untuk dunia, namun mengumpulkan bekal untuk perjalanan berikutnya. Membangun usaha dengan semangat takwa, menjemput rezeki dengan kebersihan hati. Menata diri agar waktu yang tersisa membuat kita makin terhormat dan mulia, baik di mata masyarakat, keluarga dan Sang Pencipta.
Setiap orang yang sebentar lagi memasuki masa pension ternyata memiliki tantangan tersendiri. Pada umumnya, mereka belum memiliki kesiapan mental dalam menghadapi masa purna tugas ini. Perubahan yang drastic sebagai karyawan yang sibuk dan mencintai pekerjaan, tiba-tiba menjadi orang yang hanya tinggal di rumah tanpa kesibukan berarti. Hal ini jelas menimbulkan rasa hampa, kosong dan bisa menghilangkan semangat hidup. Di sisi lain, usia yang semakin tua dan tubuh yang tidak sekuat dulu menjadi fakta baru yang harus diterima. Beberapa orang bisa menerima kondisi ini, namun sebagian besar belum bisa menerima, sehingga muncul rasa tertekan yang menghantui hari demi hari. Belum lagi dengan munculnya kekhawatiran tentang menurunnya penghasilan dan peningkatan biaya hidup.
Kondisi seperti ini perlu diantisipasi melalui sebuah program penyadaran dan penyiapan mental agar para calon pensiunan lebih bisa menata diri dalam menghadapi hal tersebut. Selain itu mereka juga perlu dibekali dengan wawasan usaha dan investasi agar bisa memanfaatkan pesangon dan memilih usaha yang sesuai dengan minat dan kemampuan yang ada. Program seperti ini kami beri nama Pensionpreneur.
Program Pensionpreneur ini dirancang untuk membangun mindset bahwa pension adalah sebuah awal karir kedua (second career) yang perlu disambut dengan mental yang positif. Perlu ada rencana dan kesibukan baru yang bisa membantu menjaga gairah hidup, apalagi bisa menghasilkan pendapatan yang bisa menopang hidup. Program ini khusus dirancang untuk perusahaan atau instansi agar lebih siap dalam membekali calon pensiunannya dalam menata karir kedua. Selama ini kami telah sering mengadakan program pembekalan masa pension dengan judul program Pensionpreneur :  Ready to Retired!
Program ini memiliki beberapa tujuan yaitu :
1.       Memberikan bekal  wawasan, pengetahuan dan mindset yang lebih positif dalam menghadapi masa pension.
2.       Membangun kesadaran bahwa pension bukanlah akhir, namun menjadi awal karir kedua yang bisa dirancang, disiapkan dan direncanakan dengan baik.
3.       Memberikan bimbingan dalam mengawali dan memulai sebuah usaha baru dengan memberikan panduan praktis memulai bisnis yang sesuai dengan usia pension.
4.       Menambah wawasan dunia usaha melalui pengalaman bertemu dan melihat langsung beberapa usaha yang sudah berjalan.
Program ini membantu para calon pensiunan mampu menyiapkan rencana “Pensiun yang Indah dan Bahagia”. Pensiun yang indah itu seperti lukisan yang indah. Dibutuhkan kanvas kosong, putih dan bersih untuk media cat warna-warni. Lalu kuas dan ide sang pelukis untuk melukis sesuatu. Kitalah yang akan melukis sebuah lukisan tentang “Pensiun yang Indah” yang dihiasi 5 warna dasar yaitu :
  1. Cukup : merasa cukup dan mampu mencukupi kebutuhan di masa tua.
  2. Sehat : hidup sehat dan bugar, terhindar dari penyakit yang menyengsarakan.
  3. Bahagia : bisa merasa senang, tenang dan menikmati masa tua.
  4. Berkah : selalu bersyukur dan makin baik perilaku, akhlak, amal dan ibadah.
  5. Khusnul khotimah : sebuah akhir yang baik, penuh rahmat dan ampunan  dan dikenang karena kebaikan-kebaikannya.

Jika Anda berminat, silahkan menghubungi 024-8413177, 08170566690, 085100719866. Kami akan membantu merancang program yang sesuai dengan target, harapan dan budget Anda.

Kamis, 15 Januari 2015

Belajar Perubahan dari Rhenald Kasali



Sekitar Juni 2010 saya berkesempatan belajar di Rumah Perubahan milik Rhenald Kasali di Bekasi. Selama 4 hari 3 malam, saya belajar tentang Entrepreneurship Mentality. Saya termasuk pengagum berat tokoh yang satu ini. Ide-ide dan wawasannya sungguh "meledakkan" api perubahan dalam diri saya. Ya, ia adalah seorang pendorong perubahan. Berikut tulisan saya tentang Rumah Perubahan.

Rumah Perubahan :
Character School ala Rhenald Kasali

Tenang, cerdas dan visioner. Itulah kesan saya tentang tokoh yang satu ini. Sudah sejak lama saya mengaguminya, tepat pada sekitar bulan Maret 1998 ketika saya berkesempatan mengikuti Seminar Sehari bersamanya di Hotel Graha Santika, Semarang. Waktu itu ia menyampaikan tentang “Rethinking The Marketing”. Banyak ide-ide besar, cerdas, kreatif dan menantang. Bagi seorang eksekutif muda seperti saya yang membutuhkan banyak pencerahan dalam menghadapi tantangan bisnis waktu itu, suasana seminar hari itu sangat mengesankan dan tak mungkin saya lupakan. Bersemangat, berenergi, bergerak ke sana kemari, kata-kata bernas berisi dan interaktif, itulah kesan mendalam yang terus tertanam. Sejak itu saya mulai sering mengikuti tulisan-tulisannya di berbagai media, mengikuti seminarnya sampai di Jakarta dan membaca buku-buku yang ditulisnya. Dialah Rhenald Kasali.
Pada bulan Juni 2010 lalu saya kembali berkesempatan bertemu dengannya. Kali ini saya mengikuti program Rhenald Kasali School for Entrepreneur (RKSE) dengan tema The Dynamic Entrepreneur. Selain programnya yang menarik, ada hal lain yang berkesan bagi saya, yaitu lokasi kegiatannya. Program itu dilaksanakan di salah satu proyeknya yang sangat visioner, yaitu Rumah Perubahan. Sebuah tempat seluas 5 hektar, rimbun, hijau, tenang dan sejuk di Bekasi, ia sulap menjadi kampus pembentukan karakter yang unik, fantastik dan bersahaja. “Saya ingin dari sini lahir orang-orang besar, tokoh-tokoh besar yang mendorong terjadinya perubahan yang memperkuat eksistensi bangsa Indonesia di mata dunia”, terangnya.
Dari Rumah Perubahan itu ia mengajarkan nilai-nilai baru pada masyarakat sekitar, mengajarkan tentang visi hidup, kreativitas, inovasi dan kemandirian. Ia menerapkan teknologi pengolahan sampah organic, membuka konsultasi usaha kecil dan melakukan renovasi rumah warga kurang sejahtera. Atas kiprah di lingkungannya kini ia sangat dikenal oleh warga sekitar. “Dulu banyak orang sinis dan pesimis melihat apa yang saya lakukan di sini. Tapi sekarang, jika ban mobil saya kempes di jalan, setiap orang datang untuk membantu saya”, kenangnya. Di ruang tamu kantor Rumah Perubahan, ia menuliskan kata-kata yang sangat berkarakter : “Apa yang kita lakukan untuk diri sendiri, ia akan hilang dan lenyap saat kita mati. Apa yang kita lakukan untuk membantu merubah orang lain, ia kekal abadi”.
Hari ini di Rumah Perubahan tak pernah sepi dengan kegiatan pelatihan dan pengembangan karakter. Banyak perusahaan besar berskala nasional dan internasional mengirimkan para direktur, general manager, manager, staf ahli dan orang-orang terbaiknya belajar tentang membangun karakter dalam organisasi dan bisnis. Tidur bersama di bangsal dengan 20 orang, belajar di aula joglo yang hommy dan melakukan aktivitas outbound di taman hutan yang rindang dan asri, merupakan sebuah pengalaman belajar yang unik dan menarik. “Sekarang, leadership saja tidak cukup, kita perlu membangun intrapreneurship”, demikian ia menegaskan perlunya landscape baru manajemen modern agar mampu menghadapi persaingan global yang mematikan.
Tulisan saya berikut ini akan banyak mengutip gagasan Rhenald Kasali tentang proses pembentukan karakter dalam organisasi bisnis. Saya menemukan konsep-konsep penting dari penelitiannya di perusahaan-perusahaan besar yang perlu saya bagikan kepada Anda. Dalam buku terbarunya yang berjudul : “MYELIN : Mobilisasi Intangibles Menjadi Kekuatan Perubahan” ia membuat rangkuman menarik tentang cara-cara perusahaan di Jepang membangun karakter disiplin yang mengagumkan.
Dalam bukunya Good to Great, Jim Collins menyebutkan bahwa lompatan dari hanya sekedar “baik” (good) menjadi “hebat” (great) tidak hanya menjadi impian setiap manusia secara personal, namun juga organisasi atau perusahaan. Kebanyakan perusahaan tidak bisa mencapai tingkat “hebat” karena mereka merasa sudah “baik”. Hanya beberapa perusahaan saja yang berhasil melompat dari sekedar “baik” menjadi “hebat”. Ada beberapa hal yang membuat organisasi atau perusahaan mampu membuat lompatan besar itu. Salah satu kuncinya adalah budaya disiplin.
  Jim Collins menulis, bahwa : “Semua perusahaan memiliki budaya dan beberapa perusahaan memiliki disiplin. Tetapi hanya segelintir perusahaan yang memiliki budaya disiplin. Jika memiliki sumber daya manusia yang disiplin, tak perlu hierarki. Jika punya pemikiran yang disiplin, tak perlu birokrasi. Dengan adanya discipline action, tak perlu lagi kontrol berlebihan. Kombinasikan budaya disiplin tersebut dengan etos kewirausahaan, sehingga kita memiliki ramuan ajaib untuk mencapai kinerja yang hebat”.
Dalam sebuah organisasi, disiplin kerja sangat penting agar setiap tugas dapat dilaksanakan secara tepat waktu, tepat sasaran, efektif dan efisien. Jika budaya disiplin telah melekat dalam diri setiap individu di dalam perusahaan, perusahaan akan mendapatkan hasil yang hebat dan berkelanjutan karena setiap individu akan melakukan pekerjaannya tanpa paksaan dan terus terjaga secara konsisten. Ia akan melaksanakan pekerjaannya dengan atau tanpa pengawasan.
Ketika disiplin telah menjadi budaya, disiplin tak lagi menjadi momok bagi para pekerja, atau menjadi semacam tirani yang kejam yang dibuat oleh pemimpin perusahaan. Melainkan ia menjadi sebuah nilai yang tumbuh dari setiap orang. Negeri Sakura membuktikan bahwa budaya disiplin bisa melahirkan perusahaan-perusahaan hebat, yang pada akhirnya membuat Negara itu menjelma menjadi negara yang kuat.
Perlu diingat, Jepang pernah mengalami kehancuran total pada Perang Dunia II ketika Amerika Serikat dan sekutunya menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945. Bom tersebut telah menghancurkan Jepang yang mengakibatkan 140,000 orang di Hiroshima dan 80,000 orang di Nagasaki tewas mengenaskan. Tragedi itu sangat menyakitkan bagi bangsa Jepang, namun mereka tidak larut dalam kesedihan. Dengan cepat Jepang bangkit dari keterpurukan. Mereka ingin kembali mengangkat kehormatan bangsa Jepang di mata dunia.
Pasca pengeboman, muncul kesadaran nasionalisme baru bangsa Jepang. Mereka ingin menjadi bangsa yang terbaik di segala bidang, termasuk ekonomi dan bisnis. Dalam rangka menjadi yang terbaik itulah mereka membentuk Japanesse Standard Association (JSA) di sector industry pada tahun 1945. Pembentukan institusi ini dilandasi kesadaran akan pentingnya pembentukan standard sebuah produk.
Penetapan standar tersebut mendorong Nippon Electric Company memperkenalkan quality control system untuk pertama kalinya. Pembahasan-pembahasan tentang standar quality control kemudian dilakukan secara intensif. Jepang juga tidak menutup diri. Mereka mengundang pakar-pakar dalam bidang quality control dari negara-negara lain. Salah satu pakar Amerika Serikat yang diundang untuk memberikan saran adalah Deming. Ia merupakan orang pertama yang mengemukakan konsep PDCA (Plan-Do-Check-Action) circle.
Hasilnya sungguh mengagumkan. Pada tahun 1960 Perdana Menteri Jepang Hayato Ikeda mengajukan program untuk meningkatkan pendapatan nasional 2 kali lipat dalam tempo 10 tahun. Ternyata target ini dapat dicapai, bahkan terlampaui! Dalam waktu relative singkat Jepang menjadi raksasa industry dunia. Produk-produk elektronik, otomotif, home appliance dan masih banyak lagi barang buatan Jepang lainnya menjadi trade mark, jaminan mutu dan mulai menguasai dunia. Apa kunci sukses mereka? Jawabannya adalah budaya kerja!
Bagi orang Jepang, pekerjaan merupakan kebanggaan. Rasa bangga itu muncul ketika mereka telah melakukan pekerjaan dengan baik. Norma dan nilai yang baik dijadikan landasan untuk melakukan pekerjaan. Namun sebaliknya, jika pekerjaan itu tidak bisa diselesaikan dengan sempurna, rasa malulah yang akan muncul.
Raksasa otomotif Jepang, Toyota, bisa menjadi besar karena perusahaan yang didirikan oleh Kiichiro Toyota ini secara konsisten menjalankan 14 prinsip manajemen perusahaan manufaktur atau yang terkenal dengan sebutan Toyota Ways. Toyota Ways merupakan upaya pemberdayaan menyeluruh demi mencapai peningkatan secara berkesinambungan (continuous improvement) dan bertujuan untuk menghilangkan pemborosan (waste) dari system produksi, sehingga akan tercipta organisasi yang ramping (lean). 

Perusahaan Jepang sangat menyadari bahwa produk yang unggul harus diawali dengan budaya disiplin, yaitu disiplin dalam bekerja yang terencana, konsisten dan melibatkan seluruh level pekerja. Disiplin terhadap waktu juga menjadi ujung tombak. Pemenuhan terhadap ketepatan waktu menjadi ukuran mutu sebuah produk. Dengan budaya disiplin semacam itu, tak mengherankan jika kini Sony, Toyota, Honda, Mitsubishi, Yamaha dan Kawasaki menjadi perusahaan ternama yang mendunia.

Sabtu, 10 Januari 2015

Pelatihan Soft Skill " Quantum Emotion" : Teknik Pelepasan Emosi Negatif




Pelatihan Soft Skill
Quantum Emotion
Teknik Pelepasan Emosi Negatif



Apakah Anda ingin menjadi orang yang lebih sabar, ikhlas dan khusyu’ dalam ibadah?
Apakah Anda ingin menghilangkan rasa sakit hati, kecewa, marah, dendam dan trauma di masa lalu?
Apakah Anda kadang merasa gelisah, was-was, khawatir dan tidak puas dengan kondisi pekerjaan?
Apakah Anda kadang merasa beban hidup dan pekerjaan yang semakin berat?
Apakah Anda ingin selalu merasa tenang, nyaman, damai dan bahagia?
Apakah Anda ingin lebih tulus, bersemangat dan selalu gembira dalam tugas pelayanan?
Apakah Anda ingin segera sembuh dari penyakit dan terlepas dari belitan masalah hidup Anda?
Apakah Anda ingin menguasai teknik yang bisa membantu meringankan beban hidup orang lain?
Apakah Anda ingin agar doa-doa dan harapan selama ini segera bisa dikabulkan?
Apakah Anda ingin selalu merasa lebih sehat, segar, bugar dan penuh semangat?

Jika Anda menjawab “YA!”, maka Anda perlu segera mengikuti Pelatihan “Quantum Emotion : Teknik Pelepasan Emosi Negatif”. Mengapa? Karena kebanyakan manusia biasanya sering menyimpan emosi-emosi negative dalam hatinya. Misal, rasa marah, benci, kecewa, sedih dan sakit hati yang disebabkan kejadian atau pengalaman buruk di masa lalu. Jika emosi ini terus disimpan dalam waktu yang lama, maka biasanya seseorang menjadi tertular efek dari emosi negative itu. Merasa tertekan, mudah marah, sulit tersenyum atau bahkan merasakan kesengsaraan yang berlebihan, sehingga sulit sekali diajak untuk bersyukur. Kondisi seperti ini membuat seseorang tidak akan mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya, baik secara pribadi maupun dalam prestasi di tempat kerja.

“Subhanallaah! Saya merasakan hidup saya semakin nyaman dengan Quantum Emotion”
(Lutfi Zein, penulis & eksekutif Indosat)

Hanya dalam waktu sekitar 10 menit, biasanya peserta pelatihan Quantum Emotion langsung bisa merasakan efek pelepasan yang luar biasa. Plong dan ringan. Dan ketika teknik ini diulang-ulang secara sistematis, akan semakin banyak emosi negative yang bisa dibuang dan dibersihkan dari hati kita. Bahkan beberapa peserta langsung merasakan kesegaran jiwa dan rasa bahagia yang belum pernah dibayangkan.

“Rasa sakit hati, dendam dan benci yang saya pendam selama 15 tahun, bisa saya lepaskan seketika. Dan sekarang ketika saya mencoba mengingat masa lalu saya, rasa sakit, dendam dan benci tersebut sudah tidak bisa saya temukan lagi. Alhamdulillaah”
(Paiman, driver, karyawan Yakkes Telkom)


Pelepasan emosi negative sangat membantu dalam peningkatan kualitas pelayanan. Senyum dan sapa seseorang yang menyimpan emosi negative, tentu akan sangat berbeda dengan senyum dan sapa orang yang bersih dan bening hatinya. Mengajarkan Quantum Emotion kepada lini terdepan pelayanan akan sangat membantu menciptakan aura positif yang sangat mengesankan. Selain bisa menghindarkan dari stress, teknik ini dapat membangkitkan energy motivasi pelayanan yang sangat luar biasa. Memberikan pelatihan ini kepada karyawan sama artinya dengan memberikan “jalan kebahagiaan” yang tak ternilai harganya.

“Meskipun masalah saya berat, namun sekarang saya bisa lebih tenang dalam menghadapinya. Saya jadi banyak ide untuk melakukan perbaikan. Semangat kerja pun meningkat dengan sendirinya. Luar biasa!”.
(Shinta Dewi, karyawati PDAM)

Hanya dalam waktu 3-4 jam, pelatihan Quantum Emotion dapat memberikan keahlian yang unik dan istimewa yang bermanfaat bagi peserta dan juga orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Teknik ini sangat membantu proses penyembuhan penyakit. Memudahkan doa dikabulkan dan bisa mengembalikan semangat hidup yang mulai redup.

“Alhamdulillaah, setelah mengikuti Quantum Emotion dengan izin Allah saya bisa mencabut emosi negative yang sangat besar dalam diri saya. Segala kejadian yang jika diingat sering membuat saya menangis, sekarang nampak seperti video lucu yang malah membuat saya tertawa. Saya juga bisa membantu orang yang putus asa dan ingin mati, menjadi tersenyum atas izin Allah. Quantum Emotion sungguh luar biasa. Semoga bermanfaat. Amiiin”.
(Farida, karyawati RS. Roemani)

Pelatihan ini terbukti telah membantu banyak pimpinan perusahaan dan level eksekutif lain dari beban tekanan kerja yang tak bisa dikontrol. Meningkatkan daya tahan terhadap stress, depresi dan masalah emosional yang mengganggu kinerja.

"Sebelumnya selama beberapa tahun saya sering masuk rumah sakit di akhir tahun dan opname beberapa hari. Kata dokter saya sehat-sehat saja, namun semua tubuh terasa sakit dan lemas. Setelah mengikuti Quantum Emotion sudah beberapa tahun ini saya tidak lagi masuk rumah sakit di akhir tahun. Semua beban kerja dan tekanan kerja, sekarang terasa ringan. Alhamdulillaah...!"
(Bambang Susanto, Direktur Utama BPR Nusamba, Cepiring Kendal)

 
Tujuan Pelatihan :
  1.   Menambah pengetahuan peserta tentang teknik pelepasan emosi negative yang sangat bermanfaat dalam kehidupan manusia.
 2.   2. Mengajarkan sebuah teknik pengelolaan emosi pribadi yang sederhana yang dapat menjadi terapi kesehatan fisik, mental dan spiritual. 
      3. Meningkatkan kualitas pelayanan dan keikhlasan dalam bekerja. 
           4. Memberikan bekal keahlian soft-therapy yang sangat membantu pemulihan kondisi jiwa dan raga.
     5. Memperkuat stabilitas emosi dan kematangan jiwa agar lebih tenang dan bijaksana dalam menghadapi masalah seberat apapun juga.

Materi Pelatihan :
1.       Word Healing
2.       Introduction : Quantum Emotion
3.       Pembersihan Hati
4.       Pain Paradox
5.       The Power of Surrender
6.       Manfaat Sakit dan Rasa Sakit
7.       Quantum dalam Doa
8.       Siklus Quantum Emotion
9.       6 Tahap Quantum Emotion
10.   Praktek Quantum Emotion

Sasaran Peserta :
1.       Para manajer dan pimpinan agar lebih kuat dan tenang dalam menghadapi masalah.
2.       Para tenaga penjualan agar lebih tenang dan produktif, serta terhindar dari stress.
3.       Para perawat agar lebih sabar dan ramah dalam melayani pasien.
4.       Para guru agar lebih ikhlas dan tulus dalam mengajar.
5.       Para orangtua agar lebih sabar dan positif dalam mendidik anaknya.
6.       Para suami istri agar lebih harmonis, mesra dan penuh pengertian dalam rumah tangga.
7.       Para professional & karyawan yang ingin lebih produktif dan fresh dalam bekerja.


Durasi Pelatihan :
Per program 3-4 jam

Peserta :
Per kelas : 20-30 orang (small class).
Jika tempat dan perlengkapan memadai, bisa diadakan untuk 100 peserta.

Fasilitator :
Edy Darmoyo
-Master Trainer "Quantum Emotion"
-Master Trainer, Motivator & Coach Hidup Berkah
-Certified Master Class Dinar Coach International Jakarta, 
-Certified Hypnotist Indonesian Board of Hypnotherapy Jakarta, 
-Certified Licensed Promotor STIFIn Technology Jakarta
- Fasilitator Nasional Ummat Terbaik Hidup Berkah (UTHB).

Biaya Jasa Pelatihan :
-Umum : Rp 750,000/orang
-Kerjasama Khusus : Negotiable (minimal 50 orang)

Fasilitas :
Jasa Training, Modul & CD Audio Quantum Emotion
                                                                                                                     
Penawaran Special :
*Khusus selama bulan awal 2015 Anda dapat mengadakan pelatihan ini dengan ketentuan :
1. Bersedia membeli paket fasilitas seharga Rp 250,000 minimal 30 set.
2. Bersedia menyediakan tempat yang layak, sound system, LCD & screen.
3. Bersedia menyediakan armada antar jemput, akomodasi dan konsumsi untuk pembicara dan tim.

Informasi :
Ibu Eny 085100719866, 08170566690
 
Demikian penawaran dari kami. Atas perhatian dan kerjasamanya kami mengucapkan terima kasih.


Hormat kami,




Edy Darmoyo
Master Trainer “Quantum Emotion