Manusia adalah Masa Depan

Sesungguhnya tidak ada profesi, pekerjaan, bisnis, perusahaan atau negara yang memiliki MASA DEPAN. Yang memiliki masa depan hanyalah MANUSIA. Maka, sebesar apapun organisasi atau bisnis Anda hari ini, namun di dalamnya dibiarkan orang-orang yang malas, bodoh dan egois hidup di dalamnya, itu berarti Anda sedang menggali kuburan Anda sendiri. Namun, bisa jadi organisasi atau bisnis Anda masih kecil dan dipandang sebelah mata oleh yang lain, tetapi Anda menyiapkan orang-orang yang tangguh, disiplin dan setia, maka cepat atau lambat Anda akan berada di puncak kejayaan. Insya Allah.

Kamis, 22 Juni 2017

UTHB For Teens, 17 - 18 Juni 2017


Seminggu setelah UTHB For Kids tepatnya pada Hari Sabtu – Ahad, 17 - 18 Juni 2017 TPC bersama IKAMABA Semarang kembali mengadakan acara Pesantren Ramadhan untuk remaja yakni UTHB For Teens masih bertempat di Hotel yang sama yaitu Hotel Pandanaran Semarang. Acara UTHB For Teens ini merupakan rangkaian dari acara Pesantren Ramadhan untuk kegiatan liburan puasa.



Acara juga berlangsung selama 2 hari dan menginap semalam di hotel ini diikuti 40 peserta dari berbagai siswa SMP di semarang dan ada juga yang dari luar kota. Dengan mengikuti acara ini diharapkan para peserta dapat merancang masa depan agar bisa mengatasi persoalan hidup dan bisa menjadi generasi terbaik hidup berkah.


Dibimbing oleh Kak Afis dan Kak Alfian dengan fasilitator Master Trainer Edy Darmoyo dan Achmad Mirza (Businessman and Entrepreneur Coach). Dalam meraih dreamnya, yang menarik para peserta ada yang ingin jadi qoriah internasional, grand master catur dan masih banyak lagi. Semoga doa doa mereka di bulan penuh berkah ini dikabulkan oleh Allah SWT. Aamiin.

UTHB Madrasah Aliyah Muhammadiyah, 14 Juni 2017








UTHB for Kids, 10 - 11 Juni 2017



Pada Hari Sabtu – Ahad, 10 - 11 Juni 2017 lalu bertempat di Hotel Pandanaran Semarang TPC bersama IKAMABA (Ikatan Pemuda Remaja Masjid Raya Baiturrahman) Semarang mengadakan acara Pesantren Ramadhan UTHB For Kids. Acara UTHB For Kids ini digelar untuk pertamakalinya khusus untuk para anak SD disaat mereka libur puasa.


Acara berlangsung selama 2 hari dan menginap semalam di hotel ini diikuti 50 peserta dari berbagai siswa SD di semarang dan ada juga yang berasal dari luar kota. Dengan mengikuti acara ini diharapkan dapat menambah keimanan dan ketaqwaan serta mental terutama mental menjadi pemimpin.


Dibimbing oleh Trainer UTHB For Kids yaitu Kak Afis dan Kak Fathur dengan arahan dari Master Trainer Edy Darmoyo dan pengurus IKAMABA acara ini disambut antusias para peserta dan tak terasa acara 2 hari ini sangat singkat dan memberi kesan mendalam bagi para siswa. Semoga pengalaman yang didapat peserta membuat mereka semakin beriman, berbakti dan berprestasi. Aamiin.


Selasa, 03 Maret 2015

Rahasia Sidik Jari dalam Al Qur'an




Sidik jari dalam bahasa Arab disebut dengan al banan. Dalam Al Qur’an, kata al banan hanya disebut 2 kali, yaitu di surat al Anfaal (8) : 12 dan surat al Qiyamah (75) : 4.  Ibnu Manzhur dalam kitab Lisanul Arab mengatakan bahwa yang dimaksud dengan al banan adalah jari jemari/ujung jari/sidik jari pada tangan dan kaki manusia.
Kata al banan dalam surat al Anfaal : 12 membahas tentang sebuah taktik peperangan yang diperintahkan Allah kepada Muhammad. Dalam ayat ini Allah mengisyaratkan adanya kekuatan dan hubungan antara kepala dan ujung jari manusia. Coba kita perhatikan terjemahan surat tersebut.

“Ingatlah ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat : “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman”. Kelak akan Aku jatuhkan ketakutan dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka”
(QS. Al Anfaal (8) : 12)

Pernahkah kita berfikir mengapa Allah memerintahkan untuk memenggal kepala dan ujung tiap-tiap jari mereka? Seolah ada isyarat bahwa di dalam kepala ada sebuah kekuatan yang sangat besar. Bahkan di ujung jari jemari pun, seolah ada juga kekuatan yang sangat besar. Adakah hubungan di antara keduanya? Mengapa bukan kepala dan perut? Atau kepala dan lutut? Atau kepala dan jantung? Ada rahasia besar apa dengan 2 bagian tubuh manusia itu? Adakah kaitan antara kepala dan ujung jari kita?

Sementara jika kita perhatikan makna al banan dalam surat al Qiyamah : 4, kita melihat bahwa Allah menjadikan kesempurnaan sidik jari sebagai salah satu tanda-tanda kekuasaanNya. Bahkan Allah menunjukkan jika kelak di hari kiamat Allah kuasa menyusun kembali tulang belulang manusia, bahkan kuasa menyusun kembali bagian yang lebih rumit yaitu susunan dan pola sidik jari manusia.

Mari kita perhatikan surat al Qiyamah ayat 1-5 :
  لا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ (١) وَلا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ (٢) أَيَحْسَبُ الإنْسَانُ أَلَّنْ نَجْمَعَ عِظَامَهُ (٣) بَلَى قَادِرِينَ عَلَى أَنْ نُسَوِّيَ بَنَانَهُ   (٤) بَلْ يُرِيدُ الإنْسَانُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُ (٥)
Artinya :

“Aku bersumpah dengan hari kiamat. Dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri), Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna, Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus.”

Jika memang demikian pentingnya fungsi dan peran al banan dalam kehidupan manusia dan Allah sudah menyebutnya dalam Al Qur’an, apakah pada masa Rasulullah sudah ada orang atau ahli yang menguasai ilmu tentang sidik jari ini? Dan pernahkah Rasul menggunakan keahlian ini untuk menyelesaikan sebuah perkara?

Perlu kita ketahui, bahwa sejak masa jahiliyyah, bahkan sampai sekarang masih berkembang beberapa metode peramalan dan pengundian nasib yang sangat popular. Beberapa diantaranya adalah :
1.      Al Kuhanah : meramal nasib atau perkara gaib yang telah terjadi di masa lampau
2.      Al Arrafah : meramal nasib atau perkara gaib yang akan terjadi di masa yang akan datang,
Metode yang sering mereka gunakan adalah :
1.      Al Tanjim : dikenal sebagai ilmu nujum yaitu mengamati posisi dan peredaran bintang-bintang tertentu.
2.      Al Khatthah : dengan cara menggunakan garis dan gambar tertentu di atas tanah atau di atas kertas.
3.      Qiratul kaff : dikenal dengan istilah palmistry yaitu dengan menggunakan garis-garis telapak tangan.
4.      Taqsim bil Azlam : dengan menggunakan anak-anak panah sebagai alat untuk mengundi.
5.      Al Ta’tsir : menggunakan posisi bintang sebagai petunjuk peristiwa dan nasib di bumi.

Di antara praktek-praktek yang banyak dilakukan di masa jahiliyyah tersebut, ternyata ada satu lagi ilmu yang tergolong unik di masa itu yaitu al qafah atau qiyafah. Orang yang ahli menggunakan ilmu ini disebut dengan qaif. Ilmu ini waktu itu digunakan untuk mengetahui nasab seseorang melalui analisa sidik jari kaki mereka. Pada masa Nabi, nasab (garis keturunan) dipandang sangat penting dalam menilai potensi dan kemampuan seseorang. Seorang ayah yang ahli perang, biasanya akan mendidik anaknya dengan kemampuan perang yang hebat juga, sehingga faktor nasab sering dijadikan jaminan atas kualitas seseorang. Selain faktor kemampuan, Nabi juga memperhatikan faktor keturunan ketika memilih utusan dalam tugas-tugas penting kenegaraan.

Salah seorang qaif yang terkenal di masa Nabi adalah Mujazziz al Mudliji. Nama sosok ini pernah disebut dalam sebuah riwayat dalam hadis sahih al Bukhari pada Kitab al Fara’idh, Bab al Qaif, halaman 798, hadis nomor 6771. Dikisahkan pada masa Nabi, orang-orang munafik mencela Usamah ibn Zaid yang telah dipilih dan diutus oleh Rasulullah untuk memimpin pasukan perang pada usia yang masih sangat muda. Usamah adalah putra dari Zaid ibn Haritsah, seorang sahabat yang sangat dicintai oleh Rasulullah. Zaid mendapat julukan Hubbu Rasulillaah (Orang yang sangat dicintai Rasulullah). Ia adalah panglima perang pertama dari 3 panglima perang yang ditunjuk Nabi dalam Perang Mu’tah. Zaid ibn Haritsah ditunjuk bersama Ja’far bin Abi Thalib dan Abdullah bin Rawahah. Ini adalah sebuah strategi baru Rasul yang menunjuk 3 panglima perang. Mereka diminta memimpin 3000 pasukan Islam untuk menghadapi 100,000 pasukan Heraklius. Zaid bin Haritsah gugur sebagai syuhada dalam perang tersebut. Namanya harum sebagai panglima perang yang berani.

Usamah putra Zaid diragukan kemampuannya. Bahkan banyak orang-orang munafik yang meragukan, jika Usamah adalah benar-benar putra dari Zaid ibn Haritsah. Mereka mempersoalkan kulit Usamah yang sangat berbeda dengan ayahnya. Isu ini sempat membuat gelisah Rasulullah. Bagaimana cara membuktikan bahwa Usamah adalah benar-benar putra Zaid walaupun kulit mereka berbeda warnanya? Maka, dipanggillah ahli qaif yang terkenal di masa itu, yaitu Mujazziz al Mudliji untuk memeriksa Usamah dan Zaid.

“Dari al Zuhri dari Urwah dari Aisyah telah berkata suatu hari Rasulullah masuk ke rumahku dengan wajah ceria, beliau berkata, “Wahai Aisyah, tahukah engkau bahwa Mujazziz al Mudliji masuk melihat Usamah ibn Zaid dan Zaid (ayahnya) sedang tidur berselimut menutupi kepala keduanya, sedangkan telapak kaki mereka tampak jelas. Kemudian ia (Mujazziz al Mujlidi) berkata : “Sesungguhnya telapak kaki-telapak kaki ini sebagiannya dari yang lainnya”
 (HR. Bukhari)

Hadis yang senada juga bersumber dari Imam Muslim dalam kitab Shahih, halaman 339 dan kitab al Radha’ (menyusui) Bab al Amal bi Ilhaq Qaif al Walad, dengan menambahkan informasi bahwa Mujazziz itu seorang qaif.

Dari hadis tersebut jelas, bahwa Nabi pernah menggunakan jasa seorang qaif untuk menganalisa pola dan  sidik jari kaki Usamah dan Zaid yang hasilnya membuat Rasulullah tersenyum ceria dan persoalan fitnah orang-orang munafik pun akhirnya mereda.

Imam ibn Qayyim al Jauziyyah dalam kitab Zadul Ma’ad, Bab Hukum Rasulullah tentang Qadha’uhu bil I’tibar II Qaif wa Ilhaq an Nasab biha pada jilid 5 telah menguraikan masalah bahwa al qafah atau al qiyafah berbeda dengan al kuhanah (perdukunan). Dengan dalil tersebut jelas bahwa Rasulullah mengharamkan al kuhanah dan menyetujui al qafah. Begitu juga Umar bin Khattab dan Ali bin Abu Thalib pernah meminta bantuan ahli qiyafah (seorang qaif) ketika menghadapi kasus perselisihan tentang nasab seorang anak yang lahir dari wanita yang dicampuri oleh 2 lelaki pada masa suci.

Dari ayat dan hadis tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa menganalisa sidik jari menggunakan pengetahuan dan teknologi mutakhir yang bukan dimaksudkan untuk meramal nasib, namun hanya sebatas untuk mengetahui dan mendiagnosis jenis kecerdasan dan kepribadian seseorang dipandang sebagai pengembangan fungsi dan keilmuan seorang qaif. Hukum dari kegiatan ini adalah mubah atau dibolehkan. Apalagi jika hasil diagnosis sidik jari tersebut justru memunculkan sikap-sikap positif yang disukai Allah, seperti makin bersyukur dengan potensi diri dan potensi anak kita, suami istri makin kompak dalam mendidik anak, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah, membangun rasa percaya diri dan optimism tentang masa depan, meningkatkan motivasi belajar dan menuntut ilmu, serta memudahkan proses pembelajaran al Qur’an kepada anak. Apalagi jika kegiatan ini justru memunculkan gairah dan semangat untuk melahirkan generasi terbaik yang dicintai dan mencintai Allah dan RasulNya.

Semoga dengan tulisan ini dapat memberikan dasar pijakan hukum yang jelas kepada para pegiat Tes Mesin Kecerdasan STIFIn, para orangtua yang telah mengikutkan putra-putrinya dalam Tes STIFIn, mereka yang belum mengenal STIFIn dan mereka yang masih meragukan STIFIn, semoga Allah memberikan petunjuk dan kemantapan hati. Ya, STIFIn hanyalah alat bantu. Yang paling utama adalah mengajarkan Al Qur’an dalam dada putra-putri kita. Jadilah keluarga yang Qur’an minded, jangan menjadi keluarga yang STIFIn minded he he he…..Artinya, terlalu percaya dengan STIFIn hingga lupa mendalami dan mempraktekkan Al Qur’an dalam kehidupan keluarga kita masing-masing he he he…

Tulisan ini juga mengingatkan kepada mereka yang menentang, menuduh dan bahkan menyebarkan fitnah tentang STIFIn yang disamakan dengan ilmu meramal nasib yang diharamkan Allah. Atau bagi mereka yang sering mengatakan bahwa ilmu sidik jari (al qaif) adalah ilmu palsu, penuh kebohongan dan bertentangan dengan aqidah Islam, bahkan dikatakan sebagai ilmu Yahudi, maka dengan segala kerendahan hati saya memohon untuk menghentikan segala fitnah dan tuduhan tersebut, karena dalam sejarah Nabi ternyata keahlian yang seperti ini dibolehkan dan bahkan Nabi dan sahabat pun pernah menggunakannya dalam perkara-perkara tertentu.  Wallahu ‘alam bisawab. Salam Hidup Berkah, Edy Darmoyo ###

Sumber tulisan :
1.      Al Qur’an dan Terjemahnya
2.      Hujjah Naqli Penggunaan Sidik Jari, Ustad Uus Mauluddin, MA, CHt; Mudirul ‘Am Pondok Pesantren Quran Terpadu “Mimbar Huffazh”, Bekasi.
3.      Brain Genetic Potential, Beni Badaruzaman, Mizania, Bandung, 2014.

4.      Kisah-kisah Manusia Pilihan, Abdurrahman bin Abdullah, Pustaka Thariqul Izzah, Bogor, 2005.

Jumat, 27 Februari 2015

Memahami Perkembangan Otak Anak Kita

Setelah mengikutkan anak kita dalam Tes STIFIn, maka kita sebagai orangtua seolah mendapatkan informasi tentang potensi anak kita yang ternyata sangat luar biasa. Ya, STIFIn memang telah banyak membantu orangtua dalam mengenali potensi fitrah yang sangat hebat. Basis tes STIFIn adalah mengetahui bagian otak anak yang dominan dan lapisan mana yang lebih aktif. Ya, tentang otak. Oleh karena itu, penting bagi setiap orangtua untuk mengenali dan memahami pola perkembangan otak pada diri manusia, terutama anak-anak kita agar kita bisa memanfaatkan pola asuh, pola ajar dan pola pendidikan yang pas sesuai dengan perkembangan anak. Selamat menikmati karunia Allah ini.


Tahun Pertama
Pada tahun pertama ini yang berkembang pada bayi adalah pada otak kiri bagian dalam. Pengetahuan tentang nama-nama adalah hal yang paling penting pada tahun pertama ini. Perbanyaklah berbicara dengannya karena otaknya sedang haus dengan vocabulary (perbendaharaan kata) baru. Jika pada tahun pertama ini bayi tidak sering diajak bicara justru memperlambat pertumbuhan otak kiri dalamnya. Jangan khawatir anda dianggap orang gila karena berbicara dengan bayi yang baru keluar dari perut ibunya.
Tahun Kedua
Pada tahun kedua ini pertumbuhan bayi berganti program. Pada umur dua tahun bayi mulai belajar tentang perasaan dan kasih sayang. Pada tahun ini berilah limpahan kasih sayang yang cukup karena limbik kanan bagian luar sedang tumbuh membesar. Bentakan dan kekerasan pada tahun ini akan membekas dan melukai hatinya. Perbanyaklah ia berinteraksi dengan orang lain, terutama yang sebaya dengannya. Kemampuan komunikasi non verbal pada umur dua tahun ini begitu penting untuk pembesaran otaknya. 
Tahun Ketiga
Pada tahun ketiga anak sudah mulai lincah dan berlari kesana kemari. Pada umur ini perkembangan pada limbik kiri bagian dalam. Dalam pergaulan sosialnya, ia seperti ingin memiliki semuanya. Keakuannya begitu tinggi dan kepemilikannya tidak boleh diganggu, serta milik anak-anak tetanggapun kalau perlu direbutnya. Atau paling tidak ia merengek-rengek minta dibelikan mainan seperti itu. Pola makannya mulai lahap karena percepatan pembesaran fisik paling drastis terjadi pada umur tiga tahun ini. Umur ini sebenarnya saat yang tepat untuk memulainya memisahkan dari kamar orang tuanya karena kecerdasan kemandirian mulai tumbuh pada umur ini. Oleh karena itu jangan ditakut-takuti dengan hal-hal yang membuatnya menjadi tidak mau berpisah kamar dengan orang tuanya. Bermain-main dan gerakan yang melatih motorik kasarnya seperti memanjat, keseimbangan ayunan, mengayuh sepeda dengan roda empat sangat diperlukan oleh anak umur tiga tahun. 
Tahun Keempat
Pada tahun ini perkembangan otak anak masih berada di sekitar limbik kirinya, namun sekarang berpindah ke bagian luarnya. Kecerdasan motorik halusnya mulai berkembang pada umur ini. Daya ingatnya semakin lengkap pada umur ini. Rangsangan seperti cerita pengantar tidur, mendengarkan lagu anak-anak, pengenalan huruf dan angka, keterampilan menjahit, ketrampilan melipat, bermain puzzle, dan belajar mewarnai sangat diperlukan untuk anak umur empat tahun. Mereka juga sangat suka dibawa ke lapangan dengan areal bermain yang lebih lapang. Melakukan permainan gerakan yang lebih maju sudah sangat diperlukan seperti : bersepeda roda dua, senam berirama, berlatih bela diri, bermain sepakbola,dan mulai belajar renang. Pada umur empat tahun ini anak-anak mulai mengerti tentang kesenangan, mengenal selera masakan, dan memiliki kesadaran bermanja-manja dan memerlukan perlindungan. Juga pada umur ini sifat kedermawanan mulai muncul. 
Tahun Kelima
Pada tahun kelima ini perkembangan bertumpu kepada perasaan dalamnya. Perkembangan isi kepala terjadi pada limbik kanan bagian dalam. Mereka mulai memiliki rasa tanggung jawab, belajar dewasa, meningkatkan kefahaman dalam komunikasi, dan kepandaian merangkai kata-kata dalam komunikasi. Pada umur ini anak-anak sudah berani mengungkapakan isi hatinya. Kepekaan perasaan mulai tinggi. Belaian dan perhatian adalah keperluan utama sehari-hari yang mereka harapkan. Ia ingin disanjung, dipuji, dan dilibatkan. Pergaulannya dengan sebayanya ditandai dengan keinginan untuk memimpin. Intensitas pergaulannya semakin sering. Sudah sangat mengerti artinya kehilangan, ditinggalkan, dan dikucilkan. Sudah tahu rasanya sakit hati. Sudah pandai berbicara suka dan tidak suka pada teman sebayanya. Bahkan sifat-sifat bossy sudah mulai muncul karena ingin diakui sebagai orang yang baik dan layak dipuji. 
Tahun Keenam
Pada tahun keenam ini mulai bertumbuh kembangnya kreativitas. Mereka sudah mampu menjadi detektif cilik, untuk menyambungkan informasi yang terputus. Sudah mampu mencari siapa dalang dari keusilan teman sebayanya. Mereka mulai mengungkapkan khayalan dan cita-citanya. Pikirannya sudah mulai bisa meneropong ke masa depan. Otak kanan bagian luarnya berkembang cepat dalam tahun ini. Gaya atraktifnya dalam berkomunikasi sudah mulai kelihatan, seperti memainkan bahasa tubuh. Meskipun masih terkesan sebagai anak mami, tetapi kepercayaan dirinya sudah mulai tumbuh. Perasaan minder berkurang, terutama jika kreativitasnya berkembang. Cara melukisnya pun sudah mulai muncul unsur seninya, tidak lagi sekedar mewarnai dan membentuk. Sudah ada improvisasinya. Mereka sudah berani dan yakin dalam mengemukakan pendapatnya. Perasaan ingin bebas dan memiliki privasi sudah tampak pada umur ini. 
Tahun Ketujuh
Pada tahun ketujuh ini merupakan tahun mencari identitas awal. Mereka sudah mulai bangga dengan namanya. Kesehariannya mencoba mencari kesempurnaan. Sudah mulai mahir memasarkan idenya. Kemauan pantang mundur sudah mulai ada. Keinginan untuk mendominasi teman-temannya mulai muncul bersamaan dengan perannya yang ingin seperti pahlawan. Walaupun begitu mereka sudah bisa menerima alternatif lain. Justru keyakinannya yang tinggi membuat mereka berani menerima tantangan dan persaingan. Tantangan baginya adalah makanan untuk membesarkan otak kanan bagian dalamnya. Interaksi dengan teman sebayanya ditandai dengan ikatan kemitraan. Ada solidaritas kelompok. Berani menetapkan misi tertentu bersama dengan teman-temannya. Tingkat keusilannya mulai tinggi. Keusilannya dianggap sebagai penyaluran kreativitasnya. Keleluasaan dan kebebasan ingin didapatkan dari lingkungannya untuk menyalurkan ekspresi dirinya. 
Tahun Kedelapan
Pada tahun kedelapan ini otak kiri bagian luarnya berkembang dengan pesat. Pelajaran matematika sudah boleh dijejali kepada mereka. Perhatiannya terhadap sekitarnya sudah mulai meluas. Mereka sudah menunjukkan keinginan berkuasa dan mengendalikan keadaan. Mereka sudah pandai menetapkan prioritas, sudah mahir membuat langkah-langkah sistematis, dan sudah muncul ketrampilan mengorganisasikan dirinya dan teman-temannya. Jika mereka bermain sepak bola mereka sudah pandai mengatur strategi. Bahkan jika menonton bola bersama bapaknya ditelevisi, mereka sudah bisa menganalisa permainan dalam skala yang sederhana. Pelajaran komputer sudah sangat berguna bagi mereka. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada orangtuanya dan gurunya sudah sangat kritis. Mereka sudah memiliki kemandirian untuk mengelola segala sesuatu yang berkaitan dengan keperluan dirinya. 
Tahun Kesembilan
Pada tahun kesembilan ini fase akhir dari siklus pertama perkembangan anak. Pada umur sembilan tahun ini perkembangan kecerdasan berada di otak tengah dan otak bawah. Ditandai dengan kefahamannya tentang ketuhanan, ibadah, dan pengorbanan. Mereka seolah-olah melengkapi apa yang belum cukup pada delapan tahun sebelumnya. Kejujuran seolah menjadi tuntutan dirinya untuk membuatnya lebih dewasa dan bertanggung jawab. Mereka sudah memiliki kepekaan untuk menolong orang yang susah. Membantu ibunya di dapur, atau bahkan sudah sanggup membantu ayahnya menjalankan tugas-tugas yang sederhana. Reaksi marah sudah berani mereka tunjukkan terang-terangan. Mereka seolah-olah ingin mengatakan bahwa mereka anak kecil yang sudah sempurna, segala sesuatunya sudah lengkap dan siap melakukan ketrampilan jenis apapun. 
Selanjutnya pola perkembangan dan titik tekan nilai-nilai yang dipelajari setelah usia 9 tahun akan saya ulas di artikel berikutnya. 
Selamat memahami dan mempelajari perkembangan otak anak-anak kita. Maha Suci Allah Yang telah menciptakan segala karunia dalam diri manusia. (Sumber buku “STIFIn Personality”, karya Farid Poniman, penemu STIFIn)

Sudahkah anak Anda mengikuti Tes STIFIn? Hubungi 08170566690, 085641128090.