Manusia adalah Masa Depan

Sesungguhnya tidak ada profesi, pekerjaan, bisnis, perusahaan atau negara yang memiliki MASA DEPAN. Yang memiliki masa depan hanyalah MANUSIA. Maka, sebesar apapun organisasi atau bisnis Anda hari ini, namun di dalamnya dibiarkan orang-orang yang malas, bodoh dan egois hidup di dalamnya, itu berarti Anda sedang menggali kuburan Anda sendiri. Namun, bisa jadi organisasi atau bisnis Anda masih kecil dan dipandang sebelah mata oleh yang lain, tetapi Anda menyiapkan orang-orang yang tangguh, disiplin dan setia, maka cepat atau lambat Anda akan berada di puncak kejayaan. Insya Allah.

Jumat, 27 Februari 2015

Memahami Perkembangan Otak Anak Kita

Setelah mengikutkan anak kita dalam Tes STIFIn, maka kita sebagai orangtua seolah mendapatkan informasi tentang potensi anak kita yang ternyata sangat luar biasa. Ya, STIFIn memang telah banyak membantu orangtua dalam mengenali potensi fitrah yang sangat hebat. Basis tes STIFIn adalah mengetahui bagian otak anak yang dominan dan lapisan mana yang lebih aktif. Ya, tentang otak. Oleh karena itu, penting bagi setiap orangtua untuk mengenali dan memahami pola perkembangan otak pada diri manusia, terutama anak-anak kita agar kita bisa memanfaatkan pola asuh, pola ajar dan pola pendidikan yang pas sesuai dengan perkembangan anak. Selamat menikmati karunia Allah ini.


Tahun Pertama
Pada tahun pertama ini yang berkembang pada bayi adalah pada otak kiri bagian dalam. Pengetahuan tentang nama-nama adalah hal yang paling penting pada tahun pertama ini. Perbanyaklah berbicara dengannya karena otaknya sedang haus dengan vocabulary (perbendaharaan kata) baru. Jika pada tahun pertama ini bayi tidak sering diajak bicara justru memperlambat pertumbuhan otak kiri dalamnya. Jangan khawatir anda dianggap orang gila karena berbicara dengan bayi yang baru keluar dari perut ibunya.
Tahun Kedua
Pada tahun kedua ini pertumbuhan bayi berganti program. Pada umur dua tahun bayi mulai belajar tentang perasaan dan kasih sayang. Pada tahun ini berilah limpahan kasih sayang yang cukup karena limbik kanan bagian luar sedang tumbuh membesar. Bentakan dan kekerasan pada tahun ini akan membekas dan melukai hatinya. Perbanyaklah ia berinteraksi dengan orang lain, terutama yang sebaya dengannya. Kemampuan komunikasi non verbal pada umur dua tahun ini begitu penting untuk pembesaran otaknya. 
Tahun Ketiga
Pada tahun ketiga anak sudah mulai lincah dan berlari kesana kemari. Pada umur ini perkembangan pada limbik kiri bagian dalam. Dalam pergaulan sosialnya, ia seperti ingin memiliki semuanya. Keakuannya begitu tinggi dan kepemilikannya tidak boleh diganggu, serta milik anak-anak tetanggapun kalau perlu direbutnya. Atau paling tidak ia merengek-rengek minta dibelikan mainan seperti itu. Pola makannya mulai lahap karena percepatan pembesaran fisik paling drastis terjadi pada umur tiga tahun ini. Umur ini sebenarnya saat yang tepat untuk memulainya memisahkan dari kamar orang tuanya karena kecerdasan kemandirian mulai tumbuh pada umur ini. Oleh karena itu jangan ditakut-takuti dengan hal-hal yang membuatnya menjadi tidak mau berpisah kamar dengan orang tuanya. Bermain-main dan gerakan yang melatih motorik kasarnya seperti memanjat, keseimbangan ayunan, mengayuh sepeda dengan roda empat sangat diperlukan oleh anak umur tiga tahun. 
Tahun Keempat
Pada tahun ini perkembangan otak anak masih berada di sekitar limbik kirinya, namun sekarang berpindah ke bagian luarnya. Kecerdasan motorik halusnya mulai berkembang pada umur ini. Daya ingatnya semakin lengkap pada umur ini. Rangsangan seperti cerita pengantar tidur, mendengarkan lagu anak-anak, pengenalan huruf dan angka, keterampilan menjahit, ketrampilan melipat, bermain puzzle, dan belajar mewarnai sangat diperlukan untuk anak umur empat tahun. Mereka juga sangat suka dibawa ke lapangan dengan areal bermain yang lebih lapang. Melakukan permainan gerakan yang lebih maju sudah sangat diperlukan seperti : bersepeda roda dua, senam berirama, berlatih bela diri, bermain sepakbola,dan mulai belajar renang. Pada umur empat tahun ini anak-anak mulai mengerti tentang kesenangan, mengenal selera masakan, dan memiliki kesadaran bermanja-manja dan memerlukan perlindungan. Juga pada umur ini sifat kedermawanan mulai muncul. 
Tahun Kelima
Pada tahun kelima ini perkembangan bertumpu kepada perasaan dalamnya. Perkembangan isi kepala terjadi pada limbik kanan bagian dalam. Mereka mulai memiliki rasa tanggung jawab, belajar dewasa, meningkatkan kefahaman dalam komunikasi, dan kepandaian merangkai kata-kata dalam komunikasi. Pada umur ini anak-anak sudah berani mengungkapakan isi hatinya. Kepekaan perasaan mulai tinggi. Belaian dan perhatian adalah keperluan utama sehari-hari yang mereka harapkan. Ia ingin disanjung, dipuji, dan dilibatkan. Pergaulannya dengan sebayanya ditandai dengan keinginan untuk memimpin. Intensitas pergaulannya semakin sering. Sudah sangat mengerti artinya kehilangan, ditinggalkan, dan dikucilkan. Sudah tahu rasanya sakit hati. Sudah pandai berbicara suka dan tidak suka pada teman sebayanya. Bahkan sifat-sifat bossy sudah mulai muncul karena ingin diakui sebagai orang yang baik dan layak dipuji. 
Tahun Keenam
Pada tahun keenam ini mulai bertumbuh kembangnya kreativitas. Mereka sudah mampu menjadi detektif cilik, untuk menyambungkan informasi yang terputus. Sudah mampu mencari siapa dalang dari keusilan teman sebayanya. Mereka mulai mengungkapkan khayalan dan cita-citanya. Pikirannya sudah mulai bisa meneropong ke masa depan. Otak kanan bagian luarnya berkembang cepat dalam tahun ini. Gaya atraktifnya dalam berkomunikasi sudah mulai kelihatan, seperti memainkan bahasa tubuh. Meskipun masih terkesan sebagai anak mami, tetapi kepercayaan dirinya sudah mulai tumbuh. Perasaan minder berkurang, terutama jika kreativitasnya berkembang. Cara melukisnya pun sudah mulai muncul unsur seninya, tidak lagi sekedar mewarnai dan membentuk. Sudah ada improvisasinya. Mereka sudah berani dan yakin dalam mengemukakan pendapatnya. Perasaan ingin bebas dan memiliki privasi sudah tampak pada umur ini. 
Tahun Ketujuh
Pada tahun ketujuh ini merupakan tahun mencari identitas awal. Mereka sudah mulai bangga dengan namanya. Kesehariannya mencoba mencari kesempurnaan. Sudah mulai mahir memasarkan idenya. Kemauan pantang mundur sudah mulai ada. Keinginan untuk mendominasi teman-temannya mulai muncul bersamaan dengan perannya yang ingin seperti pahlawan. Walaupun begitu mereka sudah bisa menerima alternatif lain. Justru keyakinannya yang tinggi membuat mereka berani menerima tantangan dan persaingan. Tantangan baginya adalah makanan untuk membesarkan otak kanan bagian dalamnya. Interaksi dengan teman sebayanya ditandai dengan ikatan kemitraan. Ada solidaritas kelompok. Berani menetapkan misi tertentu bersama dengan teman-temannya. Tingkat keusilannya mulai tinggi. Keusilannya dianggap sebagai penyaluran kreativitasnya. Keleluasaan dan kebebasan ingin didapatkan dari lingkungannya untuk menyalurkan ekspresi dirinya. 
Tahun Kedelapan
Pada tahun kedelapan ini otak kiri bagian luarnya berkembang dengan pesat. Pelajaran matematika sudah boleh dijejali kepada mereka. Perhatiannya terhadap sekitarnya sudah mulai meluas. Mereka sudah menunjukkan keinginan berkuasa dan mengendalikan keadaan. Mereka sudah pandai menetapkan prioritas, sudah mahir membuat langkah-langkah sistematis, dan sudah muncul ketrampilan mengorganisasikan dirinya dan teman-temannya. Jika mereka bermain sepak bola mereka sudah pandai mengatur strategi. Bahkan jika menonton bola bersama bapaknya ditelevisi, mereka sudah bisa menganalisa permainan dalam skala yang sederhana. Pelajaran komputer sudah sangat berguna bagi mereka. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada orangtuanya dan gurunya sudah sangat kritis. Mereka sudah memiliki kemandirian untuk mengelola segala sesuatu yang berkaitan dengan keperluan dirinya. 
Tahun Kesembilan
Pada tahun kesembilan ini fase akhir dari siklus pertama perkembangan anak. Pada umur sembilan tahun ini perkembangan kecerdasan berada di otak tengah dan otak bawah. Ditandai dengan kefahamannya tentang ketuhanan, ibadah, dan pengorbanan. Mereka seolah-olah melengkapi apa yang belum cukup pada delapan tahun sebelumnya. Kejujuran seolah menjadi tuntutan dirinya untuk membuatnya lebih dewasa dan bertanggung jawab. Mereka sudah memiliki kepekaan untuk menolong orang yang susah. Membantu ibunya di dapur, atau bahkan sudah sanggup membantu ayahnya menjalankan tugas-tugas yang sederhana. Reaksi marah sudah berani mereka tunjukkan terang-terangan. Mereka seolah-olah ingin mengatakan bahwa mereka anak kecil yang sudah sempurna, segala sesuatunya sudah lengkap dan siap melakukan ketrampilan jenis apapun. 
Selanjutnya pola perkembangan dan titik tekan nilai-nilai yang dipelajari setelah usia 9 tahun akan saya ulas di artikel berikutnya. 
Selamat memahami dan mempelajari perkembangan otak anak-anak kita. Maha Suci Allah Yang telah menciptakan segala karunia dalam diri manusia. (Sumber buku “STIFIn Personality”, karya Farid Poniman, penemu STIFIn)

Sudahkah anak Anda mengikuti Tes STIFIn? Hubungi 08170566690, 085641128090.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar