Manusia adalah Masa Depan

Sesungguhnya tidak ada profesi, pekerjaan, bisnis, perusahaan atau negara yang memiliki MASA DEPAN. Yang memiliki masa depan hanyalah MANUSIA. Maka, sebesar apapun organisasi atau bisnis Anda hari ini, namun di dalamnya dibiarkan orang-orang yang malas, bodoh dan egois hidup di dalamnya, itu berarti Anda sedang menggali kuburan Anda sendiri. Namun, bisa jadi organisasi atau bisnis Anda masih kecil dan dipandang sebelah mata oleh yang lain, tetapi Anda menyiapkan orang-orang yang tangguh, disiplin dan setia, maka cepat atau lambat Anda akan berada di puncak kejayaan. Insya Allah.

Rabu, 11 Februari 2015

Pensionpreneur : Pensiun Bahagia, Makin Kaya Makin Takwa di Karir Kedua


"Pensiun adalah Kenyataan Hidup yang Harus Kita Hadapi dengan Senyum, 
Kesiapan Hati dan Penerimaan Diri"

Hidup adalah kenyataan yang hari ini kita jalani. Hidup adalah rangkaian kenyataan yang mau tidak mau, suka tidak suka harus kita hadapi. Bagaikan bayi yang harus siap keluar dari rahim ibunya, ia pun menangis keras. Kaget, bingung dan merasa takut. Namun, hidup ternyata memiliki cara untuk membuat siapapun bisa bertahan. Dengan satu syarat, ia harus mau menerima, mau menikmati dan mau belajar menghadapi. Ya, hidup hanya terasa berat bagi mereka yang selalu menolak, mencaci dan membenci. Namun terasa indah bagi mereka yang menerima, bersyukur dan mau menata diri.
          Pensiun adalah bagian dari kenyataan, dimana kita dipandang telah cukup mengabdi di sebuah pulau kehidupan. Pulau yang pernah memberi kita cinta, makna dan kebahagiaan. Pulau yang harus kita tinggalkan, seperti  bayi yang harus keluar dari rahim ibunya. Merasa kehilangan dan ketakutan, padahal ia justru makin dekat dengan pelukan ibunya. Ya, hidup memang punya cara sendiri untuk membuat kita makin kuat, makin pintar dan makin sadar. Menjadi tua ternyata cara hidup untuk membuat jiwa kita makin kuat, makin bersih dan makin bercahaya. Menghilangkan kebanggaan akan kemudaan dan kecantikan. Menyiapkan kesadaran hati untuk bersiap dalam pelukan kehidupan sejati. Ya, tubuh yang akan kita tinggalkan menuju keabadian dalam pelukan Tuhan.
          Pensiun adalah karir kedua. Sebuah kesempatan mewarnai hidup dengan kesadaran baru yang lebih mulia. Berkarya bukan semata untuk dunia, namun mengumpulkan bekal untuk perjalanan berikutnya. Membangun usaha dengan semangat takwa, menjemput rezeki dengan kebersihan hati. Menata diri agar waktu yang tersisa membuat kita makin terhormat dan mulia, baik di mata masyarakat, keluarga dan Sang Pencipta.
Setiap orang yang sebentar lagi memasuki masa pension ternyata memiliki tantangan tersendiri. Pada umumnya, mereka belum memiliki kesiapan mental dalam menghadapi masa purna tugas ini. Perubahan yang drastic sebagai karyawan yang sibuk dan mencintai pekerjaan, tiba-tiba menjadi orang yang hanya tinggal di rumah tanpa kesibukan berarti. Hal ini jelas menimbulkan rasa hampa, kosong dan bisa menghilangkan semangat hidup. Di sisi lain, usia yang semakin tua dan tubuh yang tidak sekuat dulu menjadi fakta baru yang harus diterima. Beberapa orang bisa menerima kondisi ini, namun sebagian besar belum bisa menerima, sehingga muncul rasa tertekan yang menghantui hari demi hari. Belum lagi dengan munculnya kekhawatiran tentang menurunnya penghasilan dan peningkatan biaya hidup.
Kondisi seperti ini perlu diantisipasi melalui sebuah program penyadaran dan penyiapan mental agar para calon pensiunan lebih bisa menata diri dalam menghadapi hal tersebut. Selain itu mereka juga perlu dibekali dengan wawasan usaha dan investasi agar bisa memanfaatkan pesangon dan memilih usaha yang sesuai dengan minat dan kemampuan yang ada. Program seperti ini kami beri nama Pensionpreneur.
Program Pensionpreneur ini dirancang untuk membangun mindset bahwa pension adalah sebuah awal karir kedua (second career) yang perlu disambut dengan mental yang positif. Perlu ada rencana dan kesibukan baru yang bisa membantu menjaga gairah hidup, apalagi bisa menghasilkan pendapatan yang bisa menopang hidup. Program ini khusus dirancang untuk perusahaan atau instansi agar lebih siap dalam membekali calon pensiunannya dalam menata karir kedua. Selama ini kami telah sering mengadakan program pembekalan masa pension dengan judul program Pensionpreneur :  Ready to Retired!
Program ini memiliki beberapa tujuan yaitu :
1.       Memberikan bekal  wawasan, pengetahuan dan mindset yang lebih positif dalam menghadapi masa pension.
2.       Membangun kesadaran bahwa pension bukanlah akhir, namun menjadi awal karir kedua yang bisa dirancang, disiapkan dan direncanakan dengan baik.
3.       Memberikan bimbingan dalam mengawali dan memulai sebuah usaha baru dengan memberikan panduan praktis memulai bisnis yang sesuai dengan usia pension.
4.       Menambah wawasan dunia usaha melalui pengalaman bertemu dan melihat langsung beberapa usaha yang sudah berjalan.
Program ini membantu para calon pensiunan mampu menyiapkan rencana “Pensiun yang Indah dan Bahagia”. Pensiun yang indah itu seperti lukisan yang indah. Dibutuhkan kanvas kosong, putih dan bersih untuk media cat warna-warni. Lalu kuas dan ide sang pelukis untuk melukis sesuatu. Kitalah yang akan melukis sebuah lukisan tentang “Pensiun yang Indah” yang dihiasi 5 warna dasar yaitu :
  1. Cukup : merasa cukup dan mampu mencukupi kebutuhan di masa tua.
  2. Sehat : hidup sehat dan bugar, terhindar dari penyakit yang menyengsarakan.
  3. Bahagia : bisa merasa senang, tenang dan menikmati masa tua.
  4. Berkah : selalu bersyukur dan makin baik perilaku, akhlak, amal dan ibadah.
  5. Khusnul khotimah : sebuah akhir yang baik, penuh rahmat dan ampunan  dan dikenang karena kebaikan-kebaikannya.

Jika Anda berminat, silahkan menghubungi 024-8413177, 08170566690, 085100719866. Kami akan membantu merancang program yang sesuai dengan target, harapan dan budget Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar